Senin, 16 Desember 2019

Asal Usul Bayi Tabung Di Dunia

Asal usul bayi tabung pertama kali dilakukan dan dirayakan keberhasilannya pada tanggal 26 Juli 1978 atas kelahiran seorang bayi dari Inggris bernama Louise Brown di Rumah Sakit Distrik Oldham Manchester. Teknologi bayi tabung ini dilaksanakan oleh Dr. Patrick Steptoe dan dilakukan selama tujuh bulan sebelum kelahiran Louise tepatnya pada bulan Nopember 1977, yaitu dengan cara memasukkan embrio ke dalam rahim Lesley Brown. Sejak saat itu, teknologi bayi tabung pun semakin di kenal di seluruh dunia dan dikenal dengan sebutan IVF atau In Vitro Fertilization.



Waktu itu pun dijadikan tonggak awal perkembangan teknologi kedokteran yang berhubungan dengan pembuahan buatan dan dilakukan di luar rahim wanita.

Perkembangan Bayi Tabung
Sejak dikenalkannya bayi tabung di Inggris tersebut, di Indonesia pun semakin dikenal dengan dipraktekkannya teknologi bayi tabung yang dilakukan di RS Anak dan Ibu (RSAB) Harapan Kita, Jakarta pada tahun 1987. Dan bayi tabung pertama yang dilahirkan di Indonesia bernama Nugroho Karyanto pada tanggal 2 Mei tahun 1988.

Terjadi pasang surut dan perdebatan terhadap asal usul bayi tabung di dunia. Di kalangan para pemuka agama, terjadi pelarangan di Vatikan yang melarang keras proses penciptaan manusia yang dianggap tidak alamiah seperti pembuatan bayi tabung, pembuahan yang dilakukan di luar rahim, inseminasi buatan, memilih jenis kelamin calon anak dan juga penyewaan rahim. Hal-hal tersebut dianggap sebagai tindakan yang tidak bermoral dan tidak menghargai harkat manusia.

Bayi Tabung Untuk Pasangan Suami Istri Sah
Larangan yang dilakukan oleh Vatikan pun dijawab oleh para ilmuwan yang menyatakan bahwa bayi tabung yang dilakukan dan proses pembuahan di luar rahim tetap dilakukan berdasarkan cinta. Hal ini karena orang tua telah berusaha keras dengan cintanya untuk dapat mendapatkan anak karena mereka telah mencoba banyak hal dan tidak dapat melakukannya secara normal seperti orang kebanyakan.

Sebagian kalangan menganggap bahwa teknologi bayi tabung ini memang semestinya dilakukan oleh sel telur dan sperma dari perkawinan yang sah dan mereka tidak mempunyai harapan untuk mempunyai anak secara alami. Selain itu, banyak pihak juga berpendapat bahwa memang semestinya mendapatkan anak dilakukan dengan berhubungan suami istri.

Hanya saja, yang terpenting adalah bahwa anak harus dilahirkan dari perkawinan yang didasarkan cinta kasih dan berhubungan seks bukanlah satu-satunya perwujudan cinta kasih dalam sebuah perkawinan. Namun, hal itu kini hanyalah sebagai salah satu penggalan dalam asal usul bayi tabung.

0 komentar:

Posting Komentar