Jumat, 25 Mei 2018

Grup yang Lahir Dengan Nama Raja Garuda Mas Ini Menjaga Operasi Perusahaan Dengan Kerangka Kerja Keberlanjutan

Royal Golden Eagle pertama kali dikenal bernama Raja Garuda Mas. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1973 oleh Sukanto Tanoto. Awal mulanya, Sukanto Tanoto mendirikan sebuah toko persediaan suku cadang bernama Toko Moto di tahun 1967 di Medan dan dari sanalah ia mulai merintis dunia bisnis. Selain itu juga, sebelumnya saat ia masih seorang pelajar ia mengambil alih bisnis ayahnya ketika jatuh sakit.


Apa yang Sukanto Tanoto tidak serta merta ada, ia dikenal dengan seorang yang pantang menyerah dan tekun dan dari sanalah ia mulai memenangkan tender sebagai penyuplai sukucadang untuk perusahaan minyak gas negara Pertamina. Selain itu, pada saat krisis minyak pada tahun 1973, beliau mampu mengatasi harga minyak yang melonjak cepat untuk mengukur bisnisnya sebagai perusahaan minyak yang berkembang di wilayah tersebut. Setelah jeda panjang, beliau berhasil mendirikan pabrik kayu lapis di Besitang, Sumatra Utara. Saat itu, ia telah mengamati bahwa Indonesia mengekspor  kayu bulat dan mengimpor kayu lapis, sehingga memutuskan untuk berivestasi di bidang manufaktur kayu lapis di Indonesia.

Meski sukses sampai saat ini, Sukanto Tanoto tidak pernah melupakan prinsip 5C yang selalu diterapkan oleh seluruh perusahaan yang dikelola olehnya, yaitu: baik bagi masyarakat, negara, iklim, pelanggan, dan perusahaan. Selain itu, untuk perusahaan pertamanya sendiri, RGE, ia selalu berkomitmen pada pembangunan di semua lokasi tempat mereka beroperasi dan juga berkomitmen untuk menghapus deforentasi dari rantai pasokan, melindungi hutan dan lahan gambut, dan mendukung praktik terbaik pengelolaan hutan di seluruh negara tempat mereka menghasilkan kayu.
Pada 2 Juni 2015, RGE berkomitmen terhadap praktik keberlajutan yang diuraikan dalam Kerangka Kerja Keberlanjutan. Berikut adalah Kerangka Kerja Keberlanjutannya.

       Anak perusahaan RGE akan mengembangkan Kebijakan Keberlanjutan mereka sendiri dalam Kerangka Kerja Berkelanjutan yang menyeluruh ini, sementara Grup APRIL akan memperbarui Kebijakan Pengelolaan Hutan Lestari (Sustainable Forest Management Policy/SFMP) yang ada untuk menggabungkan Kerangka Kerja ini.

       Perusahaan-perusahaan RGE akan bekerja dengan seluruh pemangku kepentingan (pemerintah, LSM, masyarakat dan para ahli) untuk terus menerus melakukan inovasi dan memperbaiki Kebijakan Keberlanjutan mereka termasuk implementasinya.

       Anak perusahaan RGE akan memberikan laporan kemajuan dan pembaruan yang transparan mengenai penerapan Kebijakan Keberlanjutan mereka secara reguler.

       Tujuan mereka sendiri adalah adalah menjadi tetangga yang baik dan bertanggung jawab di masyarakat lokal, komunitas nasional dan global, dengan melindungi lingkungan dan menghormati hak asasi manusia.

       Perusahaan-perusahaan dalam Grup RGE akan berupaya menjadikan rantai pasokan pulp dan kayu serpih yang berkelanjutan, melalui kerja sama dengan para pemasok dan bila diperlukan untuk tidak bekerja sama dengan pemasok yang tidak dapat atau tidak akan sesuai dengan tujuan dari Kerangka Kerja Prinsip-Prinsip Keberlanjutan. Mereka berharap setiap perusahaan RGE akan menentukan batas waktu kepada para pemasok mereka untuk dapat mematuhi seluruh ketentuan di dalam Kerangka Kerja ini.

Dan inilah grup yang lahir dengan nama Raja Garuda Mas ini menjaga operasi perusahaan dengan kerangka kerja keberlanjutan

0 komentar:

Posting Komentar