Jumat, 22 Februari 2013

Ayo Merantau



Merantau
Sudah lama aku ingin merantau,agar aku bisa mandiri dan sukses, namun apa daya ibuku tidak memberi restu untuk melakukannya, haruskah aku pergi merantau tanpa restu dan doa ibu ku? Ibu yang merawat dan membesarkan aku hingga sebesar gajah ini, banyak sekali teman-teman yang pergi merantau pulang dengan rasa bangga bisa sukses tidak seperti sebelumnya, ada pula pulang tidak membawa hasil apapun beban psikologis yang besar malu dipandang teman, tetangga dan saudara yang lain. 

Pada dasarnya merantau sama seperti hijrah seperti yang nabi Muhammad SAW lakukan demi sebuah perubahan dan tersiarnya siar islam yang membawa kita dari kegelapan / kebodohan menuju terang benderang / kecerdasan kita sebagai umatnya. Begitu pula sekarang ini merantau atau hijrah memang harus kita lakukan karena dengan merantau akan membangun percaya diri dan kemandirian dalam menjalani roda hidup yang senantiasa berputar, pagi, siang dan malam begitupun seterusnya. 

Banyak orang sukses berbekal merantau walau hanya bermodalkan keberanian atau modal nol menjadi pengusaha sukses bahkan konglomerat liem siliong pun sukses karena keberanian merantau dari negeri china sana datang ke Negara Indonesia hanya bermodal pakaian dibadan serta kerja keras dalam berbisnis, mencari peluang, ulet dan tekun hingga membuat beliau menjadi konglomerat atau orang terkaya di Negara kita. Orang Madura tersebar kemana – mana karena mereka memiliki budaya merantau jiwa bisnis ulung yang dimiliki sejak dahulu, mereka merantau dengan bermodal keberanian hidup jauh dari kampung halamannya. 

Hidup jauh dari keluarga dan saudara membuat kita berusaha untuk hidup lebih mandiri tidak tergantung pada bantuan keluarga dan saudara memicu jiwa yang lebih dewasa dan tertantang untuk bisa hidup sukses di lingkungan yang baru. 

Hal-hal baru yang terjadi pada kehidupan kita selama diperantauan menyadarkan kita apa kelebihan dan kekurangan kita karena dihadapkan pada kenyataan dan tantangan yang baru dan berbeda selama kita berada di kampung halaman. 

Perantau, umumnya segan untuk minta tolong kepada orang lain, disinilah rasa segan itu menjadikan sebuah kemauan yang kuat dan lebih termotivasi dalam berusaha. Banyak para perantau yang memiliki sikap tidak ingin memiliki utang budi kepada penduduk setempat dikarenakan ia adalah orang baru yang harus menanam jasa atau kebaikan kepada masyarakat setempat. Sikap inilah yang pada akhirnya berbuah kebaikan dapat diterima dilingkungan yang baru oleh warga setempat karena kepribadian kita yang banyak disukai ditempat yang baru. Kepribadian yang baik akan mendukung setiap usaha yang kita lakukan menjadi kesuksesan yang belum kita perkirakan sebelumnya. 

Maka dari itu kalau kita ingin sukses tidak ada salahnya kita merantau, tentunya dengan restu dan doa orang tua, karena selain kerja keras, keberanian dalam mencoba tidak ada artinya tanpa do’a dan restu dari kedua orang tua kita. Dengan merantau kita bisa menemukan jati diri kita yang tangguh, kreatif dan cerdik dalam menangkap setiap peluang usaha selama diperantauan. Yuk merantau disertai restu orang tua.

0 komentar:

Posting Komentar