Sabtu, 26 Juni 2010

Pengertian Pemasaran

Pengertian Pemasaran

Pemasaran merupakan suatu kegiatan yang terpenting di dalam kehidupan perusahaan sebagai usahanya untuk mencapai tujuan, mengembangkan usaha, mendapatkan laba serta mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri. Berhasil tidaknya suatu usaha atau bisnis sangat tergantung pada keahlian manajemen serta keahlian dibidang pemasaran dari baranng atau jasa yang diproduksi.

Beberapa ahli ekonomi mengemukakan definisi pemasaran sebagai berikut: ”Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial”.
(William J.Stanton, 1995:7)


”Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana seorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka inginkan melalui penciPT.aan dan pertukaran nilai produk dengan pihak lain”.
(Philip Kotler, 1993:4).

Berdasarkan kedua pendapat di atas penulis menyimpulkan bahwa, pemasaran adalah proses transaksi antara penjual dan pembeli baik dengan alat tukar maupun secara barter.

Strategi Pemasaran
Istilah startegi pemasaran banyak digunakan orang terutama dalam bidang bisnis, yaitu dalam hal membicarakan prosedur dan strategi. Istilah startegi sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yang artinya kepemimpinan. “Startegi pemasaran adalah keseluruhan tindakan-tindakan yang disiapkan oleh sebuah organisasi untuk mencapai sasaran-sasarannya”.
(Philip Kotler, 1992:2).

Sedangkan dalam konteks pemasaran, arti kata startegi dihubungkan dengan segala aktivitas pemasaran dan sasaran-sasaran pemasaran Strategi merupakan katalisator atau elemen pengolahan atau tujuan-tujuannya. Seperti halnya manajemen, pengembangan strategi pemasaran merupakan sebuah seni dan merupakan sebuah produk logika dan kreativitas.

Jadi dengan demikian strategi pemasaran merupakan keterkaitan antara sasaran-sasaran dan hasil.

Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran menyatakan bahwa pencapaian secara organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar serta penyampaian kepuasan yang didambakan itu lebih efektif dan efesien dibandingkan pesaing.

Konsep pemasaran dinyatakan dengan cara yang berwarna-warni seperti :
a. Kami mewujudkan keinginan anda
b. Terbang untuk melayani
c. Kami tidak puas sebeluma anda puas
d. Dan kami bisa melebihi harapan anda (Kotler & Amstrong, 2005:21).

Konsep pemasaran dan konsep penjualan pempunyai pengertian yang berbeda. Konsep penjualan mempunyai perspektif dari dalam keluar. Konsep itu sendiri dimulai dengan pabrik, berfokus pada produk perusahaan yang sudah ada dan melakukan penjualan dan promosi besar-besaran untuk memperoleh penjualan yang mampu mendatangkan laba. Sebaliknya konsep pemasaran mempunyai perspektif dari luar ke dalam.Konsep itu memusatkan perhatian penuh pada penaklukan pelanggan mendapatkan penjualan jangka pendek.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, konsep pemasaran merupakan proses pendistribusian barang yang dilakukan dari luar ke dalam supaya memperoleh laba dan kepuasan pelanggan. Pelanggan itu sendiri adalah orang yang paling penting dalam perusahaan, pelanggan itu sendiri tidak tergantung pada kita. Kita tergantung pada pelanggan.


Teknik-Teknik Pemasaran
Berhasil tidaknya suatu perusahaan dalam memasarkan produk yang dihasilkan baik itu barang maupun jasa sangat dibutuhkan teknik pemasaran yang baik dan tepat, sebab teknik dalam memasarkan sebuah produk meruapakan ujung tombak bagi perusahaan dalam mencapai tujuannya.

”Teknik pemasaran adalah cara atau langkah-langkah dalam melakukan penjualan suatu barang atau jasa yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai penjualannya”. (Soesarsono Widjandi, 1988:46).

Pendapat lain mengatakan, ”teknik pemasaran adalah suatu cara yang dilakukan oleh penjual untuk mempengaruhi pembeli”. (Bambang Sudarmaji, 2004:33).

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa teknik pemasaran adalah langkah-langkah atau cara-cara seseorang atau lembaga perusahaan dalam melakukan penjualan produk barang atau jasa.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam melakukan kegiatan pemasaran antara lain
a. Kemitraan
Teknik ini dilakukan dengan kerja sama dengan badan-badan baik perorangan maupun badan usaha lainnya untuk memasarkan hasil produksi yang bersifat barang atau jasa dari perusahaan pemroduksian keperusahaan distributor.
Perusahaan pemroduksian juga dapat melakukan proses pemasaran dengan menggunakan saluran distribusi yang dikelola oleh perusahaan tersebut pada bagian pemassaran atau departemen yang ditunjuk.
b. Penjualan langsung
Proses ini biasanya dilakukan oleh perusahaan jasa seperti perusahaan asuransi, proses dan teknik pemasaran dilakukan secara langsung melalui bagian-bagian teknik yang dilakukan agar hasil produksi dari perusahaan dapat dipergunakan oleh pengguna jasa produk.
c. Suplayer
Proses ini dilakukan oleh perusahaan dengan melakukan pemasaran produk perusahaan langsung, contoh perusahaan kerja sama dengan agen-agen yang di tunjuk oleh perusahaan sebagai pemasar produk dari perusahaan pemroduksi.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Pemasaran
Dalam melakukan proses pemasaran perusahaan terkadang mengalami hambatan dan rintangan yang disebabkan adanya beberapa faktor. Adapun beberapa faktor yang memberikan pengaruh terhadap kegiatan pemasaran dalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan yang memproduksi barang (fisik) maupun perusahaan yang memproduksi jasa (non fisik) antara lain :


a. Organisasi
faktor ini biasanya berasal dari dalam perusahaan itu sendiri yang memberikan pengaruh terhadap kegiatan pemasaran. Dalam suatu organisassi perusahaan diharapkan saling memberikan kerjasama yang baik antara bagian-bagian atau devisi-devisi yang ada dalam perusahaan sehingga dapat memberikan keuntungan bagi seluruh bagian-bagian yang dalam perusahaan.
b. Manajemen
Perusahaan dalam menerapkan manajemen sudah semestinya diperhitungkan dan dianalisis dengan baik agar tujuan perusahaan dapat tercapai serta berkembang dengan baik dimasa mendatang
c. Kerja sama antar karyawan dalam perusahaan
Proses ini dimungkinkan adanya hubungan yang baik antar karyawan dengan perusahaan tersebut, dengan adanya hubungan yang baik antar karyawan dalam perusahaan akan memberikan dampak yang baik.
d. Kebijakan pemerintah
Dalam perkembangan suatu perusahaan yang memproduksi barang atau jasa sudah semestinya barkaaitan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang ada. Jika produk perusahaan yang telah beredar di masyarakat bertentangan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang diterapkan maka perusahaan tersebut akan mengalami kendala dalam memasarkan produknya kepada konsumen.
Sebaliknya bagi kebijakan pemerintah yang tidak memberikan relevansi dan dukungan bagi perusahaan, maka perusahaan juga akan mengalami kendala dalam melakukan kegiatan pemasaran.

Hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah bagi perusahaan seperti:
1) Legalitas perusahaan
Perusahaan perlu melakukan bahwa perusahaan itu adalah perusahaan yang telah memperoleh ijin resmi dalam melakukan kegiatan produksi, memasarkan produknya serta terdaftar secara syah oleh pemerintah mengenai keberadaan usahanya
2) Sertivikasi produk
Produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan harus mendapatkan sertifikat prodak dan sisyahkan oleh pihak yang berwenang sebelum prodak-prodak itu dipasarkan ke konsumen.

Kebijakan Promosi
Promosi memegang peranan yang sangat penting dalam usaha mempertahankan dan mendorong volume penjualan, disebabkan karena dengan promosi dapat menimbulkan rangkaian kegiatan selanjutnya dari perusahaan, karena dengan promosi perusahaan dapat mengkomunikassikan tentang manfaat dan kegunaan produk serta meyakinkan konsumen tentang produk yang diproduksi dengan harapan konsumen bisa membeli.

“Promosi adalah arus informassi yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciPT.akan pertukaran dalam perusahaan”.
(William G.Nickels dalam basu Swasta, 1990:349).

Jadi promosi disini menitik beratkan kepada terciptanya pertukaran, oleh karenanya yang dilakukan perusahaan dapat diarahkan untuk mempengaruhi sikap dan prilaku pengkonsumsi agar bersedia membeli barang dan jasa.

Adapun alat promosi yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi pasarnya yaitu:
a. Periklanan
Iklan merupakan salah satu kegiatan promosi yang banyak dilakukan oleh perusahaan maupun perorangan. Dalam periklanan ini, pihak yang memasang iklan disebut sponsor, sponsor harus mengeluarkan biaya atas pemasangan iklan pada media penyalur iklan tersebut. Jadi iklan dapat diartikan sebagai komunikasi non individu, dengan sejumlah biaya melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non laba serta individu-individu.
b. Penjualan perorangan
Merupakan kegiatan promosi yang berbeda dengan periklanan karena menggunakan orang/individu di dalam pelaksanaannya. Individu-individu yang melaksanakan kegiatan ini disebut tenaga penjual (salesman).
Jadi penjualan perorangan (personal selling) adalah interaksi individu, saling bertatap muka yang ditujukan untuk menciPT.akan, memperbaiki, menguasai, mempertahankan hubungan yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
c. Promosi Penjualan
Merupakan satu kegiatan dalam promosi ini adalah menggunakan alat-alat seperti peragaan pameran, demonstrasi, hadiah contoh barang dan sebagainnya, dengan kegiatan ini dapat digunakan untuk mendukung kegiatan promosi yang lainnya.

d. Publisitas
publisitas hampir sama dengan periklanan, dalam publisitas kegiatan promosi yang dilakukan melalui satu media.. Namun informasi yang tercantum tidak berupa iklan tetapi berupa berita. Hal ini kita jumpai pada media-media seperti surat kabar, majalah, televisi dan media lainnya.

Kebijakan distribusi
Dalam usaha memperlancar arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen, maka salah satu faktor penting yang tidak dapat diabaikan adalah memilih saluran distribusi yang tepat. Saluran distribusi merupakan lembaga-lembaga distributor merupakan lembaga-lembaga distributor atau penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang dan jasa dari prodesun ke konsumen.

”Kebijakan saluran distribusi merupakan segala bentuk kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menyampaikan barang dan jasa dari pemroduksi kepada pengonsumsi. Jasa-jasa pada umumnya diproduksi secara khusus dan dikonsumsi pada waktu bersamaan. Klien atau pengguna jasa hadir pada saat diberikan, interaksi penyediaan jasa dan klien merupakan ciri khusus pemasaran jasa baik penyediaan jasa maupun pengonsumsi akan mempengaruhi hasil jasa”.
(William J Stanto, 1996:231)

”Saluran distribusi adalah lembaga-lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang atau jasa dari produsen ke konsumen”.
(Phillip Kotler, 2000:167).

Berdasarkan uraian pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa saluran distribusi merupakan arus barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsen ke konsumen.
Dalam memilih saluran distribusi, maka dapat dilihat beberapa aspek sebagai berikut :
a. Panjangnya saluran distribusi
b. Banyaknya perantara atau penyalur yang dibutuhkan
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi saluran
d. Kemungkinan menggunakan saluran distribusi ganda
e. Pemilihan saluran distribusi untuk barang baru atau produk baru

Setelah menentukan distribusi yang akan dipakai, perusahaan perlu menentukan jumlah perantara untuk ditempatkan sebagai perusahaan besar atau pengecer. Dalam hal ini perusahaan mempunyai 3 alternatif sebagai berikut ;
a. Distribusi intensif
Yaitu perusahaan menggunakan penyalur sebanyak mungkin untuk menyampaikan produk hingga sampai ke konsumen
b. Distribusi selektif
Perusahaan berusaha memilih sejumlah pedagang besar atau pengecer yang terbatas dengan kategori tertentu. Distribusi ini biasanya dipakai untuk memasarkan produk-produk baru.
c. Distribusi eksklusive
perusahaan hanya menggunakan satu pedagang besar atau pengecer dalam daerah pasar tertentu. Dengan hanya menggunakan satu penyalur perusahaan akan lebih mudah dalam mengadakan pengawasan pada tingkat harga maupun pada usaha kerja sama dengan penyalur pada periklanan.

0 komentar:

Posting Komentar